Kejari Lombok Tengah Kembali Melakukan Pembinaan Kepada Siswa-siswi Melalui Program Jaksa Masuk Sekolah

Berdasarkan Keputusan Jaksa Agung Republik Indonesia Nomor : KEP-184/A/JA/11/2015 tanggal 15 November 2015 tentang Pembentukan Tim Jaksa Masuk Sekolah Kejaksaan Ri, Kejaksaan Negeri Lombok Tengah telah melakukan kegiatan Penyuluhan Hukum dan Penerangan Hukum melalui program Jaksa Masuk Sekolah (JMS) yang dimana dihadiri oleh Kepala Sekolah, Kabid Bina SMP 2 Praya dan Siswa-Siswi SMP Negeri 2 Praya Lombok Tengah ± 50 Siswa-Siswi;

Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Praya Bapak Drs. Kadri, M.Pd, dalam sambutannya menyampaikan

Selamat datang tim Jaksa Masuk Sekolah Kejaksaan Negeri Lombok Tengah di SMP Negeri 2 Praya;
Kami sangat berterima kasih atas terpilihnya SMP Negeri 2 Praya sebagai tempat pelaksanaan kegiatan Jaksa Masuk Sekolah (penyuluhan hukum dan penerangan hukum). Saya berharap kepada para siswa/siswi yang hadir di dalam ruangan ini memanfaatkan waktu ini dengan sebaik-baiknya, mengingat tingkat pemahaman hukum di masa remaja khususnya anak-anak setingakat SMP sangat membutuhkan penyuluhan seperti ini. Semoga dengan telah dilaksanakannya kegiatan ini akan memberikan manfaat kususnya bagi siswa-siswi SMP Negeri 2 Praya.

Melalui kesempatan tersebut Kabid Bina SMP 2 Negeri Praya H.Jumadi,MPd NTB juga berpesan dengan singkat Program Jaksa Masuk Sekolah yang akan dilaksanakan merupakan program yang baru di SMP Negeri 2 Praya ini, oleh karenanya untuk UPT yang ada di Lombok Tengah agar bisa bersinergi dan bekerjasama untuk meningkatkan pendidikan khususnya di Lombok Tengah lebih bermutu dalam memahami hukum dimana untuk SMP kami memiliki 194 satuan pendidikan yang tersebar di 12 Kecamatan di Kabupaten Lombok Tengah, oleh karena itu supaya materi yang disampaikan oleh bapak dan ibu dari Kejaksaan agar di perhatikan dengan baik.

Dwi Dutha Arie Sampurna (Jaksa Fungsional pada seksi Intelijen Kejari Loteng) menyampaikan tentang Kejaksaan dan Jaksa:

Salam kenal dari kami kepada adik-adik semua;
Terlebih dahulu sebelum masuk pembahasan apakah adik-adik ada yang mengetahui apa itu kejaksaan? dan Jaksa?;
Bahwa perlu diketahui oleh adik-adik semua kejaksaan merupakan salah satu lembaga penegak hukum dituntut untuk lebih berperan dalam menegakkan supremasi hukum, perlindungan kepentingan umum, penegakan hak asasi manusia, serta pemberantasan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).
Bahwa Jaksa adalah pejabat fungsional yang diberi wewenang oleh undang-undang untuk bertindak sebagai penuntut umum dan pelaksanaan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap serta wewenang lain berdasarkan undang-undang

Wahyudiono SH, Jaksa Fungsional pada Kejaksan Negeri Lombok Tengah, menyampaikan materi tentang Bahaya Penyalahgunaan Narkotika dikalangan Remaja dan Radikalisme olehyang intinya:
Perlu adik-adik ketahui bahwa Narkoba sangat tidak baik untuk kita semua;
Narkoba adalah singkatan dari narkotika dan obat/bahan berbahaya. Selain “narkoba”, istilah lain yang diperkenalkan khususnya oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia adalah Napza yang merupakan singkatan dari narkotika, psikotropika, dan zat adiktif;
Ada banyak jenis Narkoba di Dunia ini dan sering disalahgunakan, Jauhi Narkoba apapun jenisnya ya adik-adik;
Bahwa adapun upaya yang bisa dilakukan dalam Pencegahan penyalahgunaan Narkoba antara lain dengan menerapkan gaya hidup sehat, Berkonsultasi dan bercerita kepada orang terdekat, rajin-rajinlah beribadah dan mendekatkan diri pada Tuhan;
Bahwa adapun Ketentuan Pidana bagi Oknum-oknum yang menyalahgunakan Narkoba telah di atur dalam UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika;
Bahwa Kemudian Radikalisme merupakan Suatu ideologi, gagasan atau paham dengan cara ingin melakukan perubahan pada sistem sosial dan politik dengan menggunakan cara-cara kekerasan/ ekstrim. Inti dari tindakan radikalisme adalah sikap dan tindakan seseorang atau kelompok tertentu yang menggunakan cara-cara kekerasan dalam mengusung perubahan yang diinginkan. Kelompok radikal umumnya menginginkan perubahan tersebut dalam tempo singkat dan secara drastis serta bertentangan dengan sistem sosial yang berlaku;
Adapun cara mencegah menyebarnya paham radikalisme di kalangan pelajar diantaranya: Memperkenalkan Ilmu Pengetahuan Dengan Baik Dan Benar, Memahamkan Ilmu Pengetahuan dengan baik dan benar, meminimalisir Kesenjangan Sosial; mendukung Aksi Perdamaian, Berperan aktif dalam melaporkan Radikalisme dan Terorisme Meningkatkan Pemahaman akan hidup kebersamaan dan Menyarin informasi yang didapatkan Ikut aktif dalam mensosialisasikan Radikalisme dan terorisme.

Kemudian Penyampaian materi tentang Tata Tertib Lalu lintas Oleh Sahri Zain, SH., (penata administrasi pada seksi Intelijen Kejari Loteng) intinya:
Lalu lintas di dalam Undang-undang No 22 tahun 2009 didefinisikan sebagai gerak Kendaraan dan orang di Ruang Lalu Lintas Jalan, sedang yang dimaksud dengan Ruang Lalu Lintas Jalan adalah prasarana yang diperuntukkan bagi gerak pindah Kendaraan, orang, dan/atau barang yang berupa Jalan dan fasilitas pendukung;
Pemerintah mempunyai tujuan untuk mewujudkan lalu lintas dan angkutan jalan yang selamat, aman, cepat, lancar, tertib dan teratur, nyaman dan efisien melalui manajemen lalu lintas dan rekayasa lalu lintas;
Tata cara berlalu lintas di jalan diatur dengan peraturan perundangan menyangkut arah lalu lintas, perioritas menggunakan jalan, lajur lalu lintas, jalur lalu lintas dan pengendalian arus di persimpangan;
Untuk adik-adik semua mari kita coba untuk mengenali rambu-rambu lalu lintas yang umum kita temukan saat di jalan raya dan juga mengetahui Jenis Pelanggaran dan Denda bagi pengguna kendaraan Roda 2;
Mari adik-adik semua kita tertib dalam berlalulintas, kalau belum punya SIM tolong jangan kelayapan dulu pakai motor.

Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan diskusi atau tanya jawab yang dilakukan dengan antusias oleh siswa-siswi yang ikut hadir dalam kegiatan tersebut dan selain itu juga pada kegiatan tersebut dilakukan pemberian souvenir berupa PIN JMS dan BAJU KAOS kepada peserta yang hadir dan aktif melakukan tanya jawab;

Scroll to Top